Janji di Samarra

Wednesday, April 6, 2016

Al-Malwiyya in Samarra by Gustaf Wallen

TL;DR: Biasa diterjemahkan juga dengan “Perjanjian di Samarra” 1


Kematian berbicara: Ada seorang pedagang di Baghdad yang mengirim pelayannya ke pasar untuk membeli persediaan, dalam beberapa saat sang pelayanpun kembali, wajahnya putih pucat dan badanya gemetar, lalu ia berkata.

“Tuanku, sejujurnya ketika aku masih berada di pasar aku didorong oleh seorang wanita di kerumunan, dan ketika aku berbalik, aku melihat kematian, kematianlah yang mendorongku. Dia menatapku dan menggertakku. Jadi sekarang wahai tuanku, pinjamkanlah kudamu kepadaku, aku akan lari dari kota ini untuk menghindari takdirku. Aku akan pergi ke Samarra 2, disanalah Kematian tak akan menemukanku.”

Pedagang itu meminjamkan kudanya untuk pelayannya, secepat mungkin sang pelayan menaruh pelana di punggung lalu ia hentakkan pacu secepat mungkin, secepat derapan lari kuda ia pergi.

Lalu pergilah pedagang itu menemuiku di pasar, dia melihatku berdiri di keramaian, lalu mendekat dan bertanya.

“Mengapa kau menggertak pelayanku ketika kau melihatnya tadi pagi?”

“Itu bukan gertakan.” kataku.

“Itu hanyalah kejutan awal, aku hanya heran bertemu dengannya disini, karena sesungguhnya aku memiliki janji dengannya untuk bertemu di Samarra malam nanti.”


  1. Cerita ini adalah terjemahan dari tulisan cerita masyarakat Arab milik W. Somerset Maugham [1933] berjudul The Appointment in Samarra

  2. Samarra adalah salah satu kota di Iraq, terletak 125 km di utara Baghdad.