Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi kesempatan, yang telah meniupkan angin kemarau pembawa para pengembara-Nya terbang jauh, lalu menghempaskannya ke tempat indah nan megah bertabur bintang dengan balutan dinginya angin ketika malam. Terimakasih Wahai Penciptaku …
September, dua tempat berbeda di satu negara, satu dunia, terimakasih juga untuk kesempatan yang sebelumnya.
Rencana
Memang rencana ini sudah cukup lama ada, sekitar 1-2 bulan yang lalu sudah kami sepakati, setelah hari raya kita harus ke Semeru, terhitung ada 8 orang yang setuju, baiklah, apa salahnya, lebih banyak pasti lebih baik. Memang terpaut agak jauh setelah Iedul Fitri, itu juga karena banyak kendala mengenai jadwal masing-masing, termasuk saya yang tiba-tiba harus naik ke Lawu lagi ditambah bentrok kesini juga. Berawal dari 8 orang akkhirnya menyusut juga menjadi 5 orang, sampai dua hari sebelum berangkat kembali menyusut dengan hanya tersisa 3 orang. Inilah para kontestan yang berhasil bertahan 😀 Saya, Nining, dan Selfi.
Rasanya canggung juga, mengingat disini hanya saya yang bisa dikatakan laki-laki 😀 tetapi juga mau bagaimana? Sedikit tidak tega juga kalau sampai membiarkan cewek-cewek ini pergi sendirian, #halah #modus, hampir saja saya tidak jadi.
Persiapan
Seperti biasa, tentu kalian tahu apa saja yang harus dipersiapkan sebelum naik gunung. Susah kalau harus disebutkan satu per satu, yang pasti harus ada Tenda, Sleeping Bag, dan Logistik, ini penting, karena di atas tidak ada yang jualan Nasi Pecel kecuali di Lawu. Mbok Yem …. I miss you .. Anda tidak disarankan untuk mendaki dengan hanya bermodal nekat, silahkan kalau mau nekat, silahkan kalau di atas mau ngemis-ngemis minta belas kasihan orang. Syarat lain adalah foto copy identitas diri (KTP, SIM, dll) dan foto copy surat keterangan sehat. Kami foto copy sejumlah 6 kali, meskipun yang terpakai hanya satu.
Deal, dari Madiun kami sepakat berangkat memakai motor. Dan karena sudah pasti motor saya bakalan tidak kuat, maka motor mereka berdualah yang jadi tumbal, Nining dengan Jupiter MX yang sudah mati shock depannya, Selfi dengan Jupiter Z-nya yang tidak bisa diajak lari kenceng, hadewh, benar-benar lengkap sudah.
Go
Berangkat dari Madiun pukul 11.45 siang menuju Tumpang setelah sebelumnya ngurus syarat-syarat di atas, sampai di Tumpang sekitar pukul 19.00, karena binggung mau istirahat dimana, akhirnya si Nining punya inisiatif nginep di Polsek, saya benar-benar tidak mengerti sebelumnya kalau di Polsek itu boleh dijadikan tempat untuk numpang tidur. Di Polsek Tumpang kami disambut baik dengan bapak-bapak Polisinya, ngobrol sebentar, sampai pada akhirnya harus tidur di Mushalla Polsek, padahal sebelumnya boleh tidur di dalam 🙁 rasanya seperti gembel yang teraniaya.
Entah kemarin juga sepertinya sedikit jengkel, si Nining juga sepertinya binggung besok mau berangkat pake apa, dia telfon sesorang yang saya kira pacarnya, eh ternyata sopir truk yang biasa nganter para pendaki dari Tumpang ke Ranu Pani 😀 namun dengan segera saya gagalkan rencananya karena saya sudah punya rencana mau ke sana motoran, yap, ke Ranu Pani motoran. Ini akibat sedikit jengkelnya, malam itu juga jam 20.45 saya cek out dari hotel polsek langsung menuju tempat registrasi masuk TNBTS ( Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ) dan kebetulan sekali tidak bisa, blanko-blanko yang harus diisi terkunci di lemari petugas, dan petugasnya kebetulan sedang tidak ada, #gila. Ini benar-benar membuat saya galau karena mau balik ke Polsek jelas tidak mungkin, gengsi lah :D. Keadaan seperti ini memaksa saya harus segera mengambil kepuusan, dan beberapa menit kemudian keputusan saya ambil, berangkat ke Ranu Pani malam ini juga. Sudah pasti 2 awewek bakal mikir-mikir, gila. Pukul 9 malam kami berangkat dari tumpang menuju Ranu Pani yang katanya bakal sampai 2 jam perjalanan melewati hutan-hutan.
Bbrrrrr… dinginya minta ampun, baru berjalan sekitar 2km kami berhenti, saya mau pake kaos tangan dulu, sekalian mau mempersiapkan sesuatu, hehe. Saya keluarkan pisau dari tas keril saya, dipindah tempatkan menuju saku, biar bagaimanapun juga buat jaga-jaga, karena saya sadar yang saya bawa ini cewek semua, kalau ada apa-apa pasti juga bakal jadi tanggung jawab saya.
bersambung …………