Parade Senja

Saturday, April 18, 2015

Sang Senja meratap hampa Terucap setya budi prakasa, menilik hari tanpa pelangi, tanpa awan dan tanpa lanigt yang berkilauan.

Sang Senja merenung Mengapa? Mengapa burung tak lagi bernyanyi, deduanan tak lagi nampak segar? Dan sang Senjapun hanya bisa melihat, sepasang kelopak tertunduk Sunyi, sepi, dan tanpa nadi.

Mereka hanya bisa pasrah, hatinya hanya bisa tertuntun oleh batinya Pandangannya mulai tak bermakana. Bersatu bagaikan surga dan neraka.

Demi titisan darah pangeran kami Dan demi butiran air mata putri kami Joyo-joyo wijayanti, surodiro jayaningrat, lebur dening pangastuti. Setya dharma ibu pertiwi, dalam kelopak nusa satya.